Sabtu, 21 April 2018

English Softskill Task

Present Participle

1. ____ The speaker was trying to make his point was often interrupted vociferously.
Answer: Incorrect (I)
Reason: The double verb on the “was trying”
2. ____ The fruits were rotting because of the moisture in the crates carrying them to market.
Answer: Correct (C)
3. ____ Any students desiring official transcripts should complete the appropriate form.
Answer: Correct (C)
4. ____ The advertisements were announcing the half-day sale received a lot of attention.
Answer: Incorrect (I)
Reason: Were and verb2
5. ____ The spices flavouring the meal were quite distinctive.
Answer: Correct (C)

Past Participle

6. ____ Those suspected in the string of robberies were arrested by the police.
Answer: Correct (C)
7. ____ The pizza is served in this restaurant is the tastiest in the country.
Answer: Incorrect (I)
Reason: Is and In
8. ____ The courses are listed on the second page of the brochure have several prerequisites.
Answer: Incorrect (I)
Reason: Are listed and have is the wrong placement.
9. ____  All the tenants were invited to the Independence Day barbeque at the apartment complex.
Answer: Correct (C)
10. ____ Any bills paid by the first of the month will be credited to your account by the next day.
Answer: Correct (C)

Minggu, 15 April 2018

Vclass Sistem Informasi Perbankan (Tugas 2)

Pada tanggal 25 Maret 2006 PT. Andika Karya Tuan Chengxiao mendapat persetujuan pinjaman investasi dari Bank ABC senilai Rp. 12.000.000,- untuk jangka waktu 1 tahun. Bunga yang dibebankan sebesar 24% pa.
Hitunglah cicilan setiap bulannya jika dihitung dengan metode sliding rate.

Jawab :
Bila dengan metode sliding rate maka kita harus menghitungnya setiap bulan karena nominal bunga akan berubah-ubah.
A. Angsuran bulan ke-1
Angsuran pokok = Rp. 12.000.000 ÷ 12(bulan) = Rp.1.000.000
Bunga = (24% × Rp. 12.000.000) ÷ 12 = Rp.240.000
Jumlah angsuran 1 = Rp.1.000.000 + Rp. 240.000 = Rp. 1.240.000,-

B. Angsuran bulan ke-2
Angsuran pokok = Rp. 12.000.000 ÷12(bulan) = Rp. 1.000.000
Bunga = (24% × (Rp.12.000.000-Rp.1.000.000)) ÷ 12 = Rp. 220.000
Jumlah angsuran 2 = Rp.1.000.000 + Rp. 220.000 = Rp. 1. 220.000,-

Demikian pula seterusnya untuk sisa bulannya dihitung dari sisa pinjamannya.
Tabel :

Vclass Sistem Informasi Perbankan (Tugas 1)

Pada tanggal 25 Maret 2006 PT. Andika Karya Tuan Chengxiao mendapat persetujuan pinjaman investasi dari Bank ABC senilai Rp. 12.000.000,- untuk jangka waktu 1 tahun. Bunga yang dibebankan sebesar 24% pa.
Hitunglah cicilan setiap bulannya jika dihitung dengan metode flat.

Jawab :
Rumus untuk bulanan :
Bunga = (jumlah pinjaman × i%pa ) ÷ 12
Sehingga bunga = (Rp. 12.000.000 × 24) ÷ 12 = Rp240.000 tiap bulannya.

Jumlah ini sama sampai 12 bulan berikutnya.
Tabel :

Sabtu, 24 Maret 2018

ENGLISH SOFTSKILL

1.Question :
Modern humans, who first appeared about 600,000 years ago, ______________ Homo Sapiens.
Answer : b. Were called
Reason :
Because b is the most fitted answer, refering to the time information that happened long ago.

2. Question :
What year did you ….. university?
Answer : b. Graduate from
Reason :
Because here we talk about past, that is already happened. And have no coleration for now.(Not still happening)

3. Question :
An iron smelting forge ______________ ore into usable metals
Answer : a. Melts
Reason :
Because the sentence that we use here is present and repeated activity or facts.

4. Question :
They ______ to US three times.
Answer : d. Have been
Reason :
d. “have been” answer is the most fitted answer for this question. The sentence used here is Present Perfect Continuous.

5. Question :
Mr. Postman delivers the mails to this office before 9 a.m.
Answer : a. delivers
Reason :
The only false is “delivers”. As we seen mails,this,office don’t have any error. It seems “delivers” should be changed to past tense (delivered), because the time stamp is before 9 a.m.

6. Question :
A friend of mine which father is the manager of a company helped me to get a job.
Answer : a. which
Reason : “Which” is used for things. The question used “which” for people. Should be changed to whose.

7. Question :
The manager has finished working on the report last night, and now she will begin to write the other proposal.
Answer : a. Has finished
Reason :
The sentence used is past perfect refering to time information (hint : last night) but “has finished” is present perfect.

8. Question :
While Maria was cleaned the room, her husband slept.
Answer : b. Was cleaned
Reason :
Because the first action using past continuous tense and uses “While”. It’s telling some action is happening in the past. Should be changed to “was cleaning”.

Jumat, 15 Januari 2016

NARKOBA

1)      Apa itu Narkoba ?
Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini, baik “narkoba” atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini pemanfaatannya disalah gunakan diantaranya dengan pemakaian yang telah diluar batas dosis / over dossis.
Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.

2)      Penyebaran Narkoba di Kalangan Anak-anak dan Remaja
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.
Menurut kesepakatan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang juga disepakati Indonesia pada tahun 1989, setiap anak berhak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi (termasuk HIV/AIDS dan narkoba) dan dilindungi secara fisik maupun mental. Namun realita yang terjadi saat ini bertentangan dengan kesepakatan tersebut, sudah ditemukan anak usia 7 tahun sudah ada yang mengkonsumsi narkoba jenis inhalan (uap yang dihirup). Anak usia 8 tahun sudah memakai ganja, lalu di usia 10 tahun, anak-anak menggunakan narkoba dari beragam jenis, seperti inhalan, ganja, heroin, morfin, ekstasi, dan sebagainya (riset BNN bekerja sama dengan Universitas Indonesia). Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba (khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Penyebaran narkoba menjadi makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya.
Hal ini menegaskan bahwa saat ini perlindungan anak dari bahaya narkoba masih belum cukup efektif. Walaupun pemerintah dalam UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002 dalam pasal 20 sudah menyatakan bahwa Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak (lihat lebih lengkap di UU Perlindungan Anak). Namun perlindungan anak dari narkoba masih jauh dari harapan. Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima.
Anak-anak membutuhkan informasi, strategi, dan kemampuan untuk mencegah mereka dari bahaya narkoba atau juga mengurangi dampak dari bahaya narkoba dari pemakaian narkoba dari orang lain. Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya narkoba adalah dengan melakukan program yang menitikberatkan pada anak usia sekolah (school-going age oriented). Di Indonesia, perkembangan pencandu narkoba semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.

3)      Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba
Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar) adalah sebagai berikut:
·         Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
·         Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
·         Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
·         Sering menguap, mengantuk, dan malas,
·         tidak memedulikan kesehatan diri,
·         Suka mencuri untuk membeli narkoba.
·         Menyebabkan Kegilaan, Pranoid bahkan Kematian.

4)      Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita. Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah.
Yang pertama adalah dengan mengikutsertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan.
Kedua, dengan menekankan secara jelas kebijakan tidak pada narkoba. Mengirimkan pesan yang jelas tidak menggunakan membutuhkan konsistensi sekolah-sekolah untuk menjelaskan bahwa narkoba itu salah dan mendorong kegiatan-kegiatan anti narkoba di sekolah. Untuk anak sekolah harus diberikan penjelasan yang terus-menerus diulang bahwa narkoba tidak hanya membahayakan kesehatan fisik dan emosi namun juga kesempatan mereka untuk bisa terus belajar, mengoptimalkan potensi akademik dan kehidupan yang layak.
Terakhir, meningkatkan kepercayaan antara orang dewasa dan anak-anak. Pendekatan ini mempromosikan kesempatan yang lebih besar bagi interaksi personal antara orang dewasa dan remaja, dengan demikian mendorong orang dewasa menjadi model yang lebih berpengaruh.

Oleh sebab itu, mulai saat ini pendidik, pengajar, dan orang tua, harus sigap serta waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.

Jumat, 20 November 2015

Pengambilan Keputusan

Setiap organisasi, baik dalam skala besar maupun kecil, terdapat terjadi perubahan-perubahan kondisi yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan eksternal dan internal organisasi. Dalam menghadapi perkembangan dan perubahan yang terjadi maka diperlukan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Proses pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dilakukan agar roda organisasi beserta administrasi dapat berjalan terus dengan lancar
Pengambilan keputusan tersebut dilakukan oleh seorang manajer atau administrator. Kegiatan pembuatan keputusan meliputi pengindentifikasian masalah, pencarian alternatif penyelesaian masalah, evaluasi daripada alternatif-alternatif tersebut, dan pemilihan alternatif keputusan yang terbaik. Kemampuan seorang pimpinan dalam membuat keputusan dapat ditingkatkan apabila ia mengetahui dan menguasai teori dan teknik pembuatan keputusan. Dengan peningkatan kemampuan pimpinan dalam pembuatan keputusan maka diharapkan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang dibuatnya, sehingga akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja organisasi.

Pembuatan keputusan diperlukan pada semua tahap kegiatan organisasi dan manajemen. Misalnya, dalam tahap perencanaan diperlukan banyak kegiatan pembuatan keputusan sepanjang proses perencanaan tersebut. Keputusan-keputusan yang dibuat dalam proses perencanaan ditujukan kepada pemilihan alternative program dan prioritasnya. Dalam pembuatan keputusan tersebut mencakup kegiatan identifikasi masalah, perumusan masalah, dan pemilihan alternatif keputusan berdasarkan perhitungan dan berbagai dampak yang mungkin timbul. Begitu juga dalam tahap implementasi atau operasional dalam suatu organisasi, para manajer harus membuat banyak keputusan rutin dalam rangka mengendalikan usaha sesuai dengan rencana dan kondisi yang berlaku. Sedangkan dalam tahap pengawasan yang mencakup pemantauan, pemeriksaan, dan penilaian terhadap hasil pelaksanaan dilakukan untuk mengevalusai pelaksanaan dari pembuatan keputusan yang telah dilakukan. (Sumber)

Pengertian pengambilan keputusan :
Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal ini berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang  apa yang harus dilakukan dan mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.
Keputusan itu sendiri merupakan unsur kegiatan yang sangat penting. Jiwa kepemimpinan seseorang itu dapat diketahui dari kemampuan mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat. Keputusan yang tepat adalah keputusan yang berbobot dan dapat diterima bawahan. Ini biasanya merupakan keseimbangan antara disiplin yang harus ditegakkan dan sikap manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian ini juga dinamakan keputusan yang mendasarkan diri pada relasi sesama.
Kemudian terdapat definisi menurut para ahli, antara lain :
·         Menurut George R. Terry :
pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
·         Menurut Sondang P. Siagian :
pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat.
·         Menurut James A. F. Stoner :
pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.

Dari definisi pengambilan keputusan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dan tidak boleh sembarangan. Pengambilan keputusan itu sendiri suatu cara yang digunakan untuk memberikan suatu pendapat yang dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara / teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak. Masalahnya telebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada. 
Dasar Pengambilan Keputusan :
Menurut George R. Terry, dasar-dasar pengambilan keputusan adalah :
1.      Intuisi :
Suatu proses bawah sadar/tdk sadar yang timbul atau tercipta akibat pengalaman yang terseleksi. Pengambilan keputusan yang berdasarkan atas intusi atau perasaan memiliki sifat subjektif, sehingga mudah terkena pengaruh.
a.       Segi positif dalam pengambilan keputusan berdasarkan intusi adalah :
-          Waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif lebih pendek.
-          Untuk masalah yang pengaruhnya terbatas, pengambilan keputusan akan memberikan kepuasan pada umumnya.
-          Keampuan mengambil keputusan dari peng-ambil keputusan itu sangat berperan, dan itu perlu dimanfaatkan dengan baik.
b.      Segi negatif dalam pengambilan keputusan berdasarkan intusi adalah :
-          Keputusan yang dihasilkan relatif kurang baik.
-          Sulit mencari alat pembandingnya, sehingga sulit diukur kebenaran dan keabsahannya.
-          Dasar-dasar lain dalam pengambilan keputusan seringkali diabaikan.
-          Pengalaman


Kesimpulan :
Pengambilan keputusan adalah suatu tindakkan yang nyata dan berlaku di waktu sekarang yang diambil untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya. Keputusan diambil menggunakan teknik yang sangart teliti sehingga keputusan yang diambil merupakan keputusan yg tepat.

Jumat, 13 November 2015

Indonesia, Banyak Bagusnya

"Indonesia"


Kira kira apa yang terlintas di benak fikiran kalau mendengar kata diatas?
Indonesia merupakan negara kepulauan TERBESAR di dunia dengan banyak pulau 13.466 pulau yang menyimpan banyak keindahan yg belum terungkap. Itu pun masih banyak pulau pulau yg belum memiliki nama dan belum di resmikan. Beragam budaya pun banyak tersimpan di dalamnya, dari kebudayaan nenek moyang sampai kebudayaan baru asli Indonesia yang ada.
Sayangnya tidak semua orang di Indonesia bangga dengan ada nya banyak kebudayaan ini. Bahkan orang-orang jaman sekarang lebih meniru kebudayaan luar daripada miliknya sendiri.


Selain kebudayaan, banyak pula ke-Indonesiaan lainnya yg mulai dilupakan oleh orang Indonesia sendiri antara lain :


1. Musik
Musik Indonesia kini kalau dilihat makin terpuruk saja, jangankan lagu-lagu daerah Indonesia yang benar benar terlupakan, industri musik di Indonesia pun mengalami kesedihan karena pembajakkan. Lagu-lagu daerah Indonesia banyak yang tidak dikenal banyak orang pula. Dari segi alat musik, orang-orang kini juga lebih memlilih instrumen dari luar negeri, padahal, alat-alat musik Indonesia tergolong sangat unik dan tidak dimiliki negara-negara lain. Contoh saja, Angklung, alat musik asal Jawa Barat yang terbuat dari bambu ini dimainkan dengan cara digoyang yuhu~  digetarkan. Coba sebutkan negara luar Indonesia yang punya alat musik semacam ini. Tidak ada bukan?

2. Kuliner
Makanan Indonesia yang enak itu juga sedikit demi sedikit tersisih, padahal, makanan Indonesia memiliki rasa yang paling "ramai" dan "kaya", karena mengandung banyak rempah rempah yang orang luar tidak miliki. Makanan Indonesia yang sudah diakui di dunia yang paling enak salah satunya adalah Rendang, dunia suka, masa kita malah lebih pilih makanan luar? Contoh makanan luar yang menjamur di Indonesia adalah fast-food atau makanan cepat saji nya yang banyak gerai telah dibuka itu, ramai kan? bedakan dengan restoran padang yang ada, lebih ramai mana? Ironi ya

3.  Pakaian
Dalam budaya Indonesia(karena menganut kebudayaan timur) seharusnya kita memiliki adat berpakaian yang sopan, yang dirasa cukup untuk menutupi bagian tubuh yang seharusnya dapat ditutup. Tapi karena kebudayaan luar yang banyak terpengaruh budaya barat, sekarang orang Indonesia sedikit demi sedikit tertarik untuk mengikuti budaya luar dari cara berpakaiannya, sudah banyak yg terbuka sana sini ya seperti tidak punya bahan buat jait baju . Padahal anggota tubuh yang diumbar itu dapat menyebabkan tindakan yang tidak diinginkan sang pemakai. Anehnya masih saja dipakai.

4.  Bahasa
Indonesia juga terkenal dengan banyaknya suku dan etnis sehingga bahasa yang digunakan juga banyak sekali. Sekitar 700 lebih bahasa yang tersedia karena keragaman kita. Bila dilihat orang - orang di Indonesia sekarang ini suka mencampur campur bahasa Indonesia dengan bahasa luar cinta laura-ish, yang menurut pandangan saya kurang dapat dipahami. Mislanya, "Aduh, sorry ya, semua ini belum saya manage" , padahal lebih enak kalau sepert "Aduh, maaf ya, belum saya atur nih semuanya", lebih mudah dimengerti bukan?
5.  Wisata
Mendengar kata wisata di Indonesia pasti langsung terbayang Bali, Raja Ampat, Labuhan Bajo dll. wisata bahari yang sangat memukau dari Indonesia. Apakah orang Indonesia bangga memilikinya? Masih jadi pertanyaan ya. Orang Indonesia biasanya akan lebih bangga bila bisa berlibur di luar negeri yang notabene-nya 'terlihat' lebih eksklusif, tapi apa wisata di Indonesia tidak se-eksklusif itu? Lihat saja Bali, sangat banyak orang Luar, dari Kanada, Australia, Inggris dll. yang sangat senanng mengahbiskan waktu liburnya di Bali, kalau bule saja suka Indonesia, kenapa kita tidak?

Sekarang kita tahu apa bagusnya Indonesia, bahkan masih banyak dan banyak lagi ke-'bagus'-an Indonesia yang belum disebutkan dan belum ditemukan. Sayangnya kita sebagai pelopor bangsa ini masih kurang memperhatikannya, padahal negeri yang 'kaya' ini merupakan aset masa depan kita sebagai ke eksistensian kita, Indonesia.
Mari kita tetap menjaga kebudayaan dan segala-galanya yang 'Indonesia Banget'

Sekian, terimakasih.

"Indonesia-- Banyak Bagusnya"